
Kebakaran Hutan & Asap
Setiap musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan — terutama di lahan gambut — menghasilkan asap yang mengganggu kesehatan jutaan orang, menutup sekolah dan bandara, hingga terbawa ke negara tetangga.
Gumpalan asap di atas Laut Jawa dan Kalimantan — VIIRS NOAA-20, Oktober 2026

Dashboard
Dashboard Kebakaran & Asap
Kami menggabungkan titik api dari satelit NASA, citra Himawari tiap 10 menit, dan model sebaran asap per jam untuk melihat di mana api menyala dan ke mana asap bergerak hari ini — agar peringatan dan penanganan bisa lebih cepat.
- Titik api terkini per provinsi
- Wilayah terpapar asap per jam
- Prakiraan asap 3 hari ke depan
- Citra satelit & aerosol harian
Analisis
Apa yang kami analisis
- 1
Titik api terkini
Titik panas satelit 24 jam hingga 7 hari terakhir, dirangkum per provinsi.
NASA FIRMS - 2
Pergerakan asap
Konsentrasi asap per jam dan arah angin, lengkap dengan prakiraan 3 hari.
CAMSOpen-Meteo - 3
Citra & aerosol satelit
Citra harian, Himawari tiap 10 menit, ketebalan aerosol, dan karbon monoksida.
NASA GIBSHimawari-9 AHIMODIS MAIAC & VIIRS AOD - 4Segera hadir
Warga terpapar asap
Perkiraan jumlah penduduk yang menghirup udara tidak sehat per kabupaten.
CAMSWorldPopOpenAQ & ISPU - 5Segera hadir
Area terbakar & gambut
Pemetaan bekas terbakar dan kebakaran di lahan gambut.
Sentinel-2 L2AMODIS Burned Area (MCD64A1)Peta Gambut Indonesia
Sumber data
Data terbuka yang kami gunakan
NASA FIRMS
NASA LANCE
Titik api aktif dari sensor VIIRS (S-NPP, NOAA-20, NOAA-21) dan MODIS (Terra/Aqua), lengkap dengan tingkat kepercayaan dan Fire Radiative Power (FRP).
NASA GIBS
NASA EOSDIS
Layanan tile citra siap pakai: true color VIIRS, Himawari-9, AOD MAIAC, aerosol index OMPS, dan CO AIRS — dipakai langsung di peta.
Himawari-9 AHI
JMA / JAXA P-Tree
Satelit geostasioner yang memotret Indonesia setiap 10 menit — ideal untuk melihat pergerakan plume asap dan kebakaran sepanjang hari.
Sentinel-5P TROPOMI
ESA / Copernicus
UV Aerosol Index (asap yang menyerap cahaya) dan kolom total karbon monoksida (CO) — penanda kuat pembakaran biomassa.
MODIS MAIAC & VIIRS AOD
NASA
Aerosol Optical Depth (MCD19A2 MAIAC dan VIIRS Deep Blue) — ukuran ketebalan aerosol di kolom atmosfer, dasar estimasi PM2.5.
CAMS
ECMWF / Copernicus
Copernicus Atmosphere Monitoring Service: prakiraan PM2.5, PM10, dan AOD hingga 5 hari, serta emisi kebakaran harian (GFAS).
Open-Meteo
Open-Meteo.com
API terbuka yang menyajikan model CAMS (PM2.5, AOD, CO) dan angin per jam dalam bentuk grid — dipakai untuk animasi dan prakiraan sebaran asap.
ERA5
ECMWF / Copernicus
Reanalisis cuaca (angin, kelembapan, suhu) untuk lintasan asap dan perhitungan Fire Weather Index.
OpenAQ & ISPU
OpenAQ / KLHK
Pengukuran PM2.5 stasiun darat untuk kalibrasi dan validasi estimasi PM2.5 dari satelit.
Sentinel-2 L2A
ESA / Copernicus
Citra multispektral untuk menghitung Normalized Burn Ratio (NBR/dNBR) sebelum dan sesudah kebakaran.
MODIS Burned Area (MCD64A1)
NASA
Produk area terbakar bulanan global, berguna untuk analisis historis dan validasi.
geoBoundaries
William & Mary geoLab
Batas administrasi provinsi (ADM1) untuk agregasi hotspot per provinsi.
Peta Gambut Indonesia
BBSDLP Kementan / KLHK
Sebaran lahan gambut — kebakaran di gambut menghasilkan asap paling pekat dan sulit dipadamkan.
WorldPop
University of Southampton
Grid kepadatan penduduk untuk menghitung jumlah orang yang terpapar asap.
CHIRPS
UCSB Climate Hazards Center
Estimasi curah hujan harian untuk memantau kekeringan yang memicu kebakaran.